Halo !!! Saya Kang Ismet, ini adalah blog tentang AMP HTML dan cara penerapannya

Sejarah Perang Badar





Saat datang bulan suci Ramadhan tahun kedua hijriyah Rasulullah SAW mendengar berita bahwa kafilah dagang Quraisy mengarah dari Syam di pimpin oleh Abu Sofyan dengan + 40 orang Quraisy, dengan membawa harta yang berlimpah ruah milik kaum Quraisy[3], itu suatu kesempatan untuk mengimbangi perbuatan mereka dengan mengambil harta perniagaannya, Rasulullah langsung keluar bersama kaum muslimin untuk menjaga gangguan kafilah dagang itu kepada kaum muslimin di Madinah, karena Rasul akan menahan mereka jika mengganggu keamanan kota Madinah. Pada tanggal 3 Ramadhan, setelah Nabi menyerahkan pimpinan kota Madinah kepada Abdulah bin Ummi Maktum, berangkatlah nabi bersama 315 kaum muslimin dengan perlengkapan persenjataan yang sederhana dari jumlah tersebut terdiri dari 231 orang Anshor dan selebihnya dari kaum Muhajirin . Setelah sekian lama melakukan perjalanan tibalah di suatu tempat dekat dusun Safra berhentilah Nabi bersama kaum muslimin lalu Muhammad budaknya untuk mencari informasi rombongan kafilah dagang kaum Quraisy, namun kondisi kaum muslimin seperti itu telah terdengar oleh Abu Sofyan, lalu menyewa seorang yang bernama Dhamdham supaya menyampaikan kabar kehawatirannya kepada kepala kaum Quraisy di Makkah. Setelah sampai kabar bahwa Abu Sofyan meminta bantuan para pembesar kafir Quraisy, tak ada yang ketinggalan, kecuali Abu lahab tapi ia digantikan oleh lelaki yang berhutang kepadanya yaitu Ash bin Hisyam. Tak satupun dari marga dan suku Quraisy yang tidak ikut kecuali bani Adiyy. Dengan rasa angkuh mereka keluar dari Makkah untuk menghadapi Rasulullah dan para sahabatnya dengan tentara 1000 orang dengan senjata lengkap, mereka juga membawa perempuan-perempuan yang dipergunkan untuk permainan bagi mereka. Keberangkatan mereka penuh dengan kekejian, kecongkakan, kedurhakan, kesombongan dan kegirangan. Selanjutnya dalam melakukan pengejaran Rasul sampai ke Dusun Badar, terdengar kabar bahwa, Kafilah dagang yang dicari telah berbelok melalui jalur menyelusuri tepi laut sehingga tidak bertemu dengan tentara Islam dan selamat[4]. Perjalanan terus dilakukan sampailah didaerah Mafiran, terperanjatlah Nabi setelah mendengar bahwa kaum Quraisy telah memberangkatkan pasukan tentara dari Makkah guna menjaga kafilah dagang Quraisy. setelah Abu Sofyan sampai di Makkah dengan selamat dari bahaya, lalu menyuruh Abu Jahal dan tentaranya untuk kembali ke Makkah, tetapi dengna congkaknya dia menjawab, “ kami tidak akan kembali sebelum samapai di Badr”.
Di Badar Abu Jahal dan tentaranya mendirikan kemah dengan seraya menunjukan kesombongannya serta ejekan terhadap kaum muslimin. karena merasa sudah menganggap berada dalam tempat strategis untuk berperang dan merekapun masih menganggap bahwa kaum muslimin masih lemah. Setelah Nabi mendengar bahwa tentara Quraisy siap untuk berperang dan segala tingkah kesombongannya, Rasul langsung mengadakan musyawarah dengan para pemimpin tentaranya karena beliu khawatir jika bertempur dengan mereka akan mundur di tengah jalan. Musyawarah yang dilakukan menghasilkan yang tadinya Rasul murung menjadi bercahaya setelah mendengar ucapan dari pemimpin tentaranya “ Ya Rasulullah, kami akan bersama dan selalu mengikuti engakau “[5]. Allah berfirman : “Sebagaimana Tuhanmu menyuruh pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagaian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya. mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang, seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat sebab-sebab kematian itu. dan ingatlah ketika Allah menjanjikan bahwa salah satu dari golongan yang kamu hadapi adalah untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat dan memusnahkan orang-orang kafir, (al-Anfal 1-7)[6]. Dengan perasaan tulus ikhlas kaum muslimin mengikuti seluruh perintah Nabi menuju Badar, ketika itu ditujukan pada pihak lawan yang dihadapi sambil berserah diri kepada Allah serta menginggat wahyu sebagaimana ayat di atas. Sehingga akhirnya meletus pertempuran antara tentara kaum muslimin dengan tentara kaum Qurais yang dipimpin langsung oleh Abu Jahal. Allah menghendaki lain walau sedikit tentara Islam mendapat perlindungan kaum muslimin, setelah perang berjalan dengan begitu sengitnya akhirnya terbunuhlan pemimpin pasukan Qurais, peperangan dimenangkan oleh kaum muslimin. Dari atas unta Abdullah mengumumkan berita kemenangan kepada Anshar sehari Rasul pergi ke Madinah.

2 komentar:

  1. i love ahlul badr

    www.ahlulbadr.com

    BalasHapus
  2. Wow jadi teringat ngaji dulu ketika diceritain perang badar ... xiixi

    BalasHapus