Halo !!! Saya Kang Ismet, ini adalah blog tentang AMP HTML dan cara penerapannya

Pasukan Gajah dan Raja Abrahah




Ringkasan kisah pasukan gajah adalah ketika Abrahah al-Habsyi gubernur Yaman melihat bangsa arab berbondong-bondong ke Mekkah untuk menunaikan haji.Maka ia membangun gereja besar di Shan’a dan ia ingin mengalihkan perhatian bangsa Arab untuk menunaikan ibadah haji di sana.Hal ini didengar oleh seseorang dari Bani Kinanah,salah satu suku Arab,lalu ia memasuki gereja tersebut dan melumuri temboknyadenngan kotoran.
Takkala mengetahui hal itu,Abrahah berkobar marah dan segera berangkat menuju Ka’bah dengan membawa pasukan yang berjumlah 60,000 personel untuk menghancurkan Ka’bah.Ia memilih untuk dirinya gajah yang paling besar,sementara pada pasukannya tedapat Sembilan ekor gajah.Ia melanjutkan perjalanannya hingga hamper tiba di kota Mekkah.Di sana pasukannya bersiap-siap untuk memasuki kota Mekkah,namun gajah-gajah tersebut diam dan tidak mau beranjak maju ke Ka’bah.Dan ketika mereka mengarahkannya kearah lain,gajah-gajah tersebut bangkit dan bergegas melangkah.Namun ketika mereka palingkan ke Ka’bah lagi,gajah-gajah tesebut kembali diam tak bergerak.
Ketika itulah,Allah mengutus kepada mereka burung-burung Ababil (yang berbondong-bondong) untuk melempari mereka dengan batu yang berasal dari tanah yang terbakar,dan membuat mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat (dalam surat al-Fiil).
Sedangkan kaum Quraisy,mereka berpencar-pencar di jalan-jalan setapak yang ada pada kaki gunung dan berlindng di gunung-gunung.Mereka khawatir diri mereka dari pasukan Abrahah.Takkala peristiwa itu menimpa pasukan Abrahah,barulah mereka mulai kembali ke rumah mereka masing-masing dengan selamt.Peristiwa itu terjadi 50 hari sebelum kelahiran nabi Muhammad Saw.
Ketika itu,adat kebiasaan bangsa Arab adalah mencarikan unutk bayi-bayi mereka para wanita pedalaman yang mau menyusui mereka agar badan mereka bisa tumbuh secara normal.Pada saat kelahiran Muhammad Saw,sekelompok orang dari kampong bani Sa’ad tiba di Makkah untuk tujuan ini.Kaum wanita mereka berkelilling ke rumah-rumah,namun mereka semua berpaling dari Muhammad,karena keyatiman dan kefakirannya.
Dan salah satu dari mereka bernama Halimah as-Sa’diyyah.Pada mulanya Halimah juga berpaling sebagaimana yang lainnya.Akna tetapi setelah ia mengelilingi beberapa rumah,ternyata ia tidak mendapatkan yang dicari,dan tidak dijumpai bayi yang akan dibawa nutuk disusui agar upahnya dapat meringankan kesulitan kerasnya kehidupan,khususnya pada tahun pencekik saat itu.Akhirnya ia berfikir untuk kembali ke rmah Aminah dan rela menerima anak yatim dan upah sedikit.
Halimah datang ke Makkah bersama suaminya dengan mengendarai seekor onta kurus dan sangat lamban,sementara dalam perjalanan pulangnya ia mengendong Rasulullah Saw dalam pangkuannya.Namun onta tersebut berlari sengna kencang dan semua hewan tunggangna lainnya tertinggal di belakangnya yang membuat heran teman-teman seperjalannanya.HAlimah tjuga bercerita bahwa sebelumnya putting susunya tidak memancarkan air susu sedikitpun,dan bayi yang disusuinya selalu menangis kelaparan.Namun ketika Rasulullah menyedot susunya seketika air susunya keluar dengan deras.Ia juga bercerita tentang kekeringan tanah miliknya di perkampungan Bani Sa’ad.Namun ketika ia mendapat kehoratan dengan menyususi Rasulullah,tanah dan ternaknya dapat berproduksi dan kondisinya berubah total dari sengsara dan melarat menjadi sengan dan berada.
Muhammad Saw menghabiskan masa dua tahun dalam penjagaan Halimah yangsangat menyukainya,ia merasakan dari lubuk hatinya segala sesuatu dan kondisi luar biasa.Seelah masa dua tahun,Halimah membawa Muhammad Saw ke ibunda dan kakeknya di Makkah.Namun ketika Halinah melihat perubahan yang terjadi pada keadaanya yang dipenhi oleh keberkahn Muhammad Saw ia memohon kepada Aminah agar menyetujui Muhammad Saw tetap bersamanya untuk kedua kalinya,dan Aminah pun menyetujuinya.Akhirnya Halimah kembali ke perkampungan Bani Sa’ad dengan membawa Rasulullah,yang melimpahkan kesenangan baginya dan mengelilinginya dengan kebahagiaan.